Suasana Majelis Wiladah Imam Ridha as di Kota Samara Irak

28 Juni 2021 - 15:07

Menurut Kantor Berita ABNA, Ali bin Musa bin Ja'far as terkenal dengan Imam Ridha as (148-203 H) adalah Imam Kedelapan umat Islam Syiah. Ia lahir di Madinah 11 Dzulkaidah 148 H (tahun ini bertepatan 22 Juni 2021) dan setiap hari kelahirannya umat Islam Syiah merayakannya dalam bentuk melakukan majelis-majelis wiladah. Berikut ini majelis wiladah Imam Ridha as yang terselenggara di Haram Imamain Askariyan as di kota Samara Irak. Hadir ratusan warga setempat dengan menerapkan protokoler kesehatan. 

Disebutkan Imam Ridha as memegang amanah imam selama 20 tahun dimasa kekhalifahan Abbasiyah. 10 tahun sezaman dengan kekhalifahan Harun al-Rasyid, 5 tahun sezaman dengan kekhalifahan Muhammad Amin dan 5 tahun sezaman dengan kekhalifahan Ma'mun.

Pada 200 H, Imam Ridha dipanggil secara paksa oleh Makmun Abbasi ke Khurasan untuk dijadikan sebagai wali ahd (baca: putra mahkota). Imam Ridha as dalam perjalanannya menuju Khurasan dari kota Madinah telah menyampaikan sebuah hadis yang terkenal yaitu silsilah al-dzahab (mata rantai emas) di kota Neisyabur. Makmun menyelenggarakan beberapa forum dialog antara Imam Ridha as dan para pembesar agama dan mazhab lainnya, yang hal ini menyebabkan semua orang mengakui keunggulan dan keilmuannya.

Mengkhwatirkan pengaruh Imam Ridha as dapat mengerus kekuasaannya. Ma'mun memerintahkan pembunuhan Imam Ridha as. Akhir Safar 203 H, Imam Ridha as meneguk cawan syahadah. Ia dikubur di rumah Hamid bin Qahthabah Thai (Buq'ah Haruniyah) di desa Sanabad. Desa ini terletak di pinggiran Thus. Saat ini, kota Thus termasuk desa-desa di pinggirnya menjadi kota Masyhad. Sampai saat ini pusara Imam Ridha as di Masyhad  menjadi tempat ziarah jutaan kaum muslimin dari pelbagai penjuru dunia.